DAMPAK CYBER ESPIONAGE TERHADAP KEAMANAN DATA DAN PRIVASI INDIVIDU

 



MAKALAH ETIKA PROFESI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (EPTIK)

 

DAMPAK CYBER ESPIONAGE TERHADAP KEAMANAN DATA DAN PRIVASI INDIVIDU

Pertemuan 13

 

                                Disusun Oleh :
                                Kelompok 1

1.       19200284 – AISYAH ANISA’UL F

2.       19200342 – ANJARINI EKA LS

3.       19200645 – AINIYYAHSIH IRAWAN

4.       19200287 – CHRISDIANTO SIAGIAN

5.       19200352 – REZA ALDINO

6.       19200653 – ZAFAR DARMANSYAH

                                KELAS : 19.7C.11

UNIVERSITAS BINA SARANA INFORMATIKA
KAMPUS JATIWARINGIN
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
JAKARTA
2023

DAFTAR ISI

 

DAFTAR ISI 2

BAB I 3

PENDAHULUAN.. 3

1.1 Latar Belakang. 3

1.2 Rumusan Masalah. 4

1.3 Batasan Masalah. 4

1.4 Tujuan Penelitian. 4

1.5 Manfaat Penelitian. 4

BAB II 5

LANDASAN TEORI 5

2.1  Pengertian Teknologi 5

2.2  Pengertian Teknologi Informasi 5

2.3  Pengertian Cyber Crime. 5

2.4  Pengertian Cyber Espionage. 6

2.5  Pengertian Keamanan Sistem Informasi 7

2.6 Tahapan Cyber Espionage. 8

2.7 Dampak Cyber Espionage. 9

2.8 Cara Mencegah Cyber Espionage. 11

BAB III 13

PEMBAHASAN.. 13

3.1  Analisa Kasus. 13

3.1.1  Motif Terjadinya Cyber Espionage terhadap Keamanan Data dan Privasi Individu. 13

3.1.2  Penyebab terjadinya Cyber Espionage terhadap Keamanan Data dan Privasi Individu. 13

3.1.3  Penanggulangan Cyber Espionage terhadap Keamanan Data dan Privasi Individu. 14

3.1.4  Contoh Kasus. 16

BAB IV.. 20

PENUTUP. 20

4.1      Kesimpulan. 20

4.2  Saran. 20

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Perkembangan dalam bidang teknologi dan informasi saat ini semakin pesat khususnya teknologi internet. Teknologi internet membantu setiap orang untuk dapat saling terhubung dan berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Perkembangan akan teknologi informasi dapat memberikan kemudahan didalam kehidupan kita, akan tetapi dengan adanya perkembangan teknologi informasi juga selalu memiliki aspek negatif salah satunya adalah masalah keamanan (security).  

 

Seiring dengan perkembangan teknologi internet, menyebabkan munculnya kejahatan yang disebut dengan cyber crime atau kejahatan melalui jaringan internet. Berbicara mengenai kejahatam siber, tentunya ada banyak jenis yang harus diwaspadai seiring dengan meningkatnyaangka kejahatan yang merugikan, salah satunya adalah cyber espionage.

 

Cyber espionage merupakan kegiatan memata-matai dengan tujuan mendapatkan informasi rahasia dan membocorkannya tanpa izin pemegang atau pemilik informasi tersebut. Tujuannya supaya mendapatkan keuntungan dari pihak lain namun merugikan bagi pihak korban. Cyber espionage bisa dikatakan sebagai tindakan spionase yang dilakukan di dunia ciber melalui sistem informasi atau internet. Tujuannya agar mendapatkan informasi tertentu baik mengenai perushaaan, negara, pemerintahan atau bahkan militer.

 

Cyber espionage menciptakan kekacauan dalam kehidupan teknologi informasi dalam skala yang sudah nasional dan internasional. Kejatahan spionase bahkan dapat memengaruhi hasil pemilihan politik serta berdampak pada keberhasilan perusahaan dalam sebuah kompetisi. Oleh karena itu, penulis menyampaikan dampak dari adanya kegiatan cyber espionage terhadap keamanan data dan privasi individu.

 

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini masalah yang dirumuskan sebagai berikut :

1.     Bagaimana dampak Cyber Espionage terhadap Keamanan Data dan Privasi Individu?

2.     Apa saja solusi yang bisa diberikan terhadap dampak Cyber Espionage terhadap Keamanan Data dan Privasi Individu?

 

1.3 Batasan Masalah

Dalam penulisan Makalah ini, penulis hanya terfokus pada pembahasan Dampak Cyber Espionage terhadap Keamanan Data dan Privasi Individu.

 

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan kepada pengguna teknologi terhadap dampak Cyber Espionage terhadap Keamanan Data dan Privasi Individu.

1.5 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi bagi pengembang IPTEK dapat menambah pengetahuan dalam bidang teknologi, khususnya bidang keamanan tentang sistem informasi pengguna teknologi serta bisa diharapkann menjadi referensi  untuk penelitian terkait pada penelitian mendatang.


 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1  Pengertian Teknologi

Menurut Jacques Ellul (1964), menyatakan bahwa teknologi adalah suatu sistem yang menggabungkan metode, prosedur, dan perangkat yang disusun untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Sedangkan menurut Carl Mitcham (1994) menyatakan bahwa, teknologi mencakup produk-produk manusia dan praktik-praktik yang melibatkan pemilihan, penggunaan, dan pengembangan sumber daya alam serta energi dengan tujuan untuk memuaskan kebutuhan manusia.

 

2.2  Pengertian Teknologi Informasi

Pengertian teknologi informasi menurut O'Brien dan Marakas pada tahun 2011, menyatakan bahwa teknologi informasi adalah penggunaan perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, dan media komunikasi untuk menyimpan, mengambil, mentransmisikan, dan memanipulasi data informasi.   Menurut Schneider dan Perry menyatakan bahwa teknologi informasi melibatkan penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak komputer bersama dengan jaringan dan infrastruktur komunikasi untuk menyediakan, mengelola, dan mendistribusikan informasi.

 

2.3  Pengertian Cyber Crime

David M. Soderberg pada tahun 1990 berpendapat bahwa definisi cyber crime dinilai sebagai tindakan kriminal yang melibatkan penggunaan komputer dan jaringan komunikasi untuk merusak atau merugikan orang lain. Sedangkan menurut Neil Barrett (1996), menjelaskan bahwa cyber crime mencakup berbagai aktivitas kriminal yang dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer, termasuk serangan terhadap sistem komputer, pencurian identitas, dan penipuan elektronik. Richard Power pada tahun 2007 menggambarkan cyber crime sebagai segala tindakan kriminal yang melibatkan komputer atau jaringan komunikasi sebagai sarana utama atau sasaran kejahatan.

Secara umum, cyber crime merujuk pada kejahatan yang melibatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, seperti komputer, internet, dan jaringan komputer. Jenis kejahatan ini dapat mencakup serangan terhadap sistem komputer, pencurian data, penipuan elektronik, penyebaran malware, dan banyak lagi.

 

2.4  Pengertian Cyber Espionage

Cyber espionage, atau mata-mata siber, merujuk pada kegiatan memperoleh informasi rahasia atau strategis melalui serangan siber. Para ahli telah memberikan berbagai definisi tergantung pada sudut pandang dan kepentingan masing-masing. Berikut adalah beberapa definisi dari para ahli dalam beberapa tahun terakhir:

1.     James Andrew Lewis (2011)

James Andrew Lewis, seorang pakar kebijakan keamanan siber di Center for Strategic and International Studies (CSIS), menyatakan bahwa cyber espionage adalah "pencurian data rahasia, baik itu militer atau ekonomi, dengan cara masuk secara ilegal ke dalam sistem komputer."

2.     Richard A. Clarke dan Robert K. Knake (2010)

Dalam bukunya yang berjudul "Cyber War: The Next Threat to National Security and What to Do About It," Clarke dan Knake mendefinisikan cyber espionage sebagai "penyusupan siber ke dalam sistem komputer untuk mendapatkan informasi tanpa sepengetahuan atau izin pemilik data."

3.     The United States Department of Defense (2013)

Departemen Pertahanan Amerika Serikat mendefinisikan cyber espionage sebagai "pengumpulan informasi melalui eksploitasi dari sistem komputer, jaringan, atau teknologi komunikasi siber yang melibatkan aktivitas rahasia, atau penggunaan teknik yang dirancang untuk menyembunyikan identitas atau niat."

4.     Liang, X., & Bi, J. (2013)

Dalam makalah mereka yang diterbitkan di jurnal "Computer Networks," Liang dan Bi mendefinisikan cyber espionage sebagai "aktivitas ilegal yang melibatkan perolehan informasi sensitif atau rahasia dari sumber luar tanpa izin pemiliknya melalui serangan terhadap jaringan komputer."


 

 

5.     Kevin Mandia (2012)

Kevin Mandia, seorang pakar keamanan siber dan CEO Mandiant Corporation, menyebut cyber espionage sebagai "upaya untuk mengakses, mengumpulkan, dan memanipulasi informasi pribadi, bisnis, atau pemerintah melalui serangan siber."

 

Definisi-definisi ini memberikan gambaran tentang sifat dan cakupan cyber espionage, yang umumnya melibatkan serangan siber untuk mencuri informasi rahasia atau strategis dari berbagai entitas, termasuk organisasi pemerintah, perusahaan, dan individu.

 

2.5  Pengertian Keamanan Sistem Informasi

Keamanan sistem informasi menurut seorang ahli yang bernama Richard Mason mempunyai keterkaitan dengan etika didalam sistem informasi diantaranya privasi, akurasi, properti, dan akses.

 

Ada beberapa pengertian tentang keamanan sistem informasi menurut para pakar seperti dibawah ini :

a.    John D. Howard mengatakan bahwa keamanan komputer dapat mencegah penyerang mencapai tujuan akses yang tidak sah atau penggunaan yang tidak sah dalam komputer dan jaringan.

b.   G. J. Simons berpendapat jika keamanansuatu sistem informasi ialah bagaimana cara untuk mlakukan suatu penipuan data, dan melakukan pendeteksian terhadap penipuan sistem yang memiliki basis informasi dimana informasi tidak memiliki bentuk secara fisik.

 

Keamanan sistem mengacu kepada perlindungan terhadap semua sumberdaya informasi dari ancaman oleh pihak - pihak yang tidak bertanggung jawab atau tidak punya wewenang. Lembaga/Institusi/organisasi biasanya punya kebijakan atau strategi dalam menerapkan keamanan sistem yang aman dan juga menerapkan perlawanan dan perlindungan yang diperlukan. Sedangkan sasaran dan tujuan dari keamanan sistem informasi sendiri adalah sebagai berikut :

a.      Memberikan Jaminan mengenai integritas informasi.

b.     Memberikan keamanan atau rahasia terhadap data.

c.      Memberikan kepastian dan kesiapan terhadap sistem informasi.

d.     Memberikan kepastian dalam pemenuhan tentang peraturan, hukum, dan bakuan yang berlaku.

e.      Melemahkan suatu sistem yang dapat memberikan ancaman yang merusak data atau sistem informasi.

2.6 Tahapan Cyber Espionage

Berikut tahapan dalam cyber espionage

1.     Pencarian data (Footprinting)

Tahapan pertama dari cyber espionage adalah pencarian data atau footprinting. Seperti namanya, pelaku akan mencari data yang bisa mereka susupi dengan mudah. Kemudian, mereka akan akan menyerang data tersebut dengan terlebih dahulu menentukan lingkup serangan hingga membuat peta jaringan.

2.     Pemilihan Sasaran (Scanning)

Tahapan selanjutnya dari tindak kejahatan cyber espionage adalah memilih sasaran atau yang juga dikenal dengan istilah scanning. Pelaku tindak kriminal ini akan memilih sasaran setelah mereka mendapatkan data yang diperlukan. Dalam tahapan ini, mereka akan menentukan kelemahan sistem jaringan target korbat.

3.     Pencarian data sasaran

Setelah mampu masuk dalam sistem jaringan melalui kelemahan sistem tersebut, pelaku akan mencari data yang mereka targetkan. Beberapa contoh data yang menjadi sasaran pelaku cyber espionage adalah nama akun, share resources, dan lain sebagainya. Tahapan dari cyber espionage ini juga dikenal dengan sebutan lain, yaitu enumerasi.

4.     Mendapatkan Akses

Untuk bisa melakukan kejahatan, pelaku akan memasuki tahapan selanjutnya yaitu mendapatkan akses terhadap sistem. Caranya tentu saja menggunakan salah satu akun yang menjadi bagian dari sistem tersebut. Artinya, akun tersebut memiliki akses terhadap sistem yang menjadi target peretas.

5.     Escalating Privilage

Penasaran dengan proses selanjutnya dari apa itu cyber espionage? Setelah berhasil masuk ke dalam sistem yang menjadi sasaran kejahatan, itu artinya hacker sudah berhasil menemukan celah. Sehingga mereka bisa merubah role akun tersebut agar bisa mengakses seluruh informasi yang diperlukan.

6.     Tahap Espionage

Nah, pada fase espionage inilah hacker akan mencuri informasi yang mereka targetkan. Karena sudah memiliki akses dengan mengubah role akun yang mereka gunakan, hacker bisa dengan mudah mendapatkan informasi atau data yang memang mereka incar sebagai sasaran.

 

2.7 Dampak Cyber Espionage

Dampak cyber espionage terhadap keamanan data dan privasi individu dapat sangat merugikan dan melibatkan berbagai aspek. Berikut adalah beberapa dampak utama:

1.       Pencurian Identitas

Serangan siber yang melibatkan cyber espionage dapat menyebabkan pencurian identitas. Pelaku dapat mengakses informasi pribadi seperti nama, alamat, nomor identitas, dan data pribadi lainnya untuk mengidentifikasi atau mengakses akun dan layanan.

2.       Penyusupan ke Data Kesehatan

Informasi kesehatan pribadi yang tersimpan dalam sistem komputer dapat menjadi target cyber espionage. Pencurian data kesehatan dapat memiliki konsekuensi serius, termasuk penyalahgunaan informasi medis dan risiko keamanan bagi pasien.

3.     Kerugian Finansial

Penyalahgunaan informasi finansial yang diperoleh melalui serangan siber dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi individu. Data kartu kredit, informasi perbankan, dan rincian keuangan pribadi dapat digunakan untuk melakukan penipuan atau pencurian dana.

4.     Ancaman terhadap Keamanan Rumah Tangga

Dengan semakin terhubungnya perangkat rumah tangga ke internet (IoT), serangan siber dapat mencakup pengawasan rumah tangga dan keamanan fisik. Pencurian data mengenai rutinitas harian dan kehadiran di rumah dapat membahayakan keamanan dan privasi individu.

5.     Pengaruh pada Hak Privasi dan Kebebasan Pribadi

Serangan siber yang melibatkan cyber espionage dapat merusak hak privasi dan kebebasan pribadi individu. Informasi yang dicuri dapat digunakan untuk membuat profil pribadi yang mendalam dan merinci kehidupan individu secara tidak sah.

6.     Serangan Ransomware dan Penguncian Data

Dalam beberapa kasus, serangan siber dapat menggunakan ransomware untuk mengenkripsi data individu dan meminta tebusan untuk mengembalikan akses. Hal ini tidak hanya merugikan dari segi finansial tetapi juga dapat menyebabkan kehilangan data yang penting.

7.     Ketidaknyamanan Emosional dan Psikologis

Menjadi korban serangan siber dan kehilangan kontrol atas informasi pribadi dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan kerentanan emosional lainnya. Pemulihan dari serangan siber juga dapat menjadi proses yang sulit secara psikologis.

8.     Penyalahgunaan Informasi Rahasia

Data pribadi yang dicuri melalui cyber espionage dapat digunakan untuk melakukan pemerasan, ancaman, atau kejahatan lainnya yang merugikan individu secara pribadi atau profesional.

 

Dengan meningkatnya ancaman cyber espionage, penting bagi individu untuk meningkatkan kesadaran keamanan siber, melindungi data pribadi mereka dengan tindakan yang tepat, dan berpartisipasi dalam upaya perlindungan data secara umum. Selain itu, perusahaan dan pemerintah juga harus mengambil langkah-langkah untuk memperkuat keamanan siber dan melindungi privasi warganya.

 

2.8 Cara Mencegah Cyber Espionage

Mencegah cyber espionage terhadap keamanan data dan privasi individu melibatkan serangkaian tindakan proaktif dan langkah-langkah keamanan siber. Berikut adalah beberapa cara untuk melindungi diri dari ancaman tersebut:

1.     Kesadaran Keamanan

Tingkatkan kesadaran diri dan pendidikan keamanan siber. Mengetahui taktik umum yang digunakan oleh pelaku cyber espionage dapat membantu individu untuk mengidentifikasi dan melindungi diri dari serangan.

2.     Pembaruan Sistem

Pastikan bahwa perangkat lunak dan sistem operasi Anda selalu diperbarui dengan pembaruan keamanan terbaru. Pembaruan ini sering kali mengatasi kerentanan keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku siber.

3.     Perlindungan Password yang Kuat

Gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk akun online Anda. Gantilah kata sandi secara berkala dan hindari menggunakan kata sandi yang sama untuk beberapa akun.

4.     Verifikasi Dua Faktor (2FA)

Aktifkan fitur verifikasi dua faktor ketika tersedia. Ini menambahkan lapisan keamanan tambahan dengan memerlukan informasi tambahan selain kata sandi untuk mengakses akun.

5.     Firewall dan Antivirus

Pastikan firewall dan perangkat lunak antivirus terpasang dan selalu diperbarui. Ini membantu mendeteksi dan mencegah masuknya malware ke sistem Anda.

6.     Enkripsi Data

Gunakan enkripsi untuk melindungi data sensitif. Ini dapat melibatkan enkripsi hard drive, penggunaan protokol HTTPS saat berselancar di web, dan penggunaan aplikasi enkripsi untuk komunikasi.

7.     Pentingnya Pencadangan Data

Lakukan pencadangan data secara teratur. Jika terjadi serangan ransomware atau kehilangan data lainnya, memiliki salinan cadangan dapat membantu memulihkan informasi yang hilang.

8.     Hindari Klik pada Tautan atau Lampiran yang Mencurigakan

Jangan mengklik tautan atau membuka lampiran dari sumber yang tidak dikenal atau mencurigakan. Ini dapat mencegah serangan phishing yang mungkin mencoba menginstal malware.

9.     Privasi Media Sosial

Atur pengaturan privasi di platform media sosial Anda. Batasi informasi pribadi yang dapat dilihat oleh orang asing dan pastikan untuk memverifikasi identitas orang yang ingin terhubung dengan Anda.

10.  Jaringan Wi-Fi yang Aman

Amankan jaringan Wi-Fi Anda dengan menggunakan kata sandi yang kuat dan mengaktifkan enkripsi WPA2 atau yang lebih tinggi. Hindari menggunakan jaringan Wi-Fi publik untuk transaksi online yang sensitif.

11.  Periksa Aktivitas Akun Secara Berkala

Rutin memeriksa aktivitas akun online Anda untuk mendeteksi aktivitas yang mencurigakan atau akses yang tidak sah.

12.  Gunakan VPN (Virtual Private Network)

Gunakan VPN untuk menyembunyikan aktivitas online Anda dan melindungi data saat Anda terhubung ke internet, terutama dalam jaringan Wi-Fi publik.

13.  Pemantauan Identitas

Pertimbangkan untuk menggunakan layanan pemantauan identitas yang dapat memberi tahu Anda jika ada aktivitas yang mencurigakan atau perubahan pada profil kredit Anda.

 

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, individu dapat meningkatkan keamanan data dan privasi mereka dan mengurangi risiko menjadi korban cyber espionage.

 

 

 


 

BAB III

PEMBAHASAN

 

3.1  Analisa Kasus

3.1.1  Motif Terjadinya Cyber Espionage terhadap Keamanan Data dan Privasi Individu

Cyber espionage adalah tindakan spionase yang dilakukan dengan menggunakan teknologi digital. Cyber espionage dapat dilakukan oleh individu, organisasi, atau negara. Tujuan cyber espionage dapat bermacam-macam, antara lain untuk mendapatkan informasi rahasia, sabotase, atau pencurian data.

Berikut adalah beberapa motif cyber espionage:

1.     Keamanan nasional

2.     Keuntungan ekonomi

3.     Kerugian ekonomi

4.     Penyebaran Propaganda

5.     Persaingan politik

6.     Keinginan untuk mendapatkan keunggulan strategis

 

3.1.2  Penyebab terjadinya Cyber Espionage terhadap Keamanan Data dan Privasi Individu

Cyber espionage dapat terjadi karena berbagai faktor, antara lain:

1.     Kemajuan teknologi

Perkembangan teknologi digital telah memudahkan pelaku cyber espionage untuk melakukan aksinya. Pelaku cyber espionage dapat memanfaatkan berbagai teknologi digital, seperti internet, perangkat lunak, dan jaringan komputer, untuk melakukan cyber espionage.

2.     Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan data dan privasi

Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan data dan privasi dapat menjadi faktor yang memudahkan pelaku cyber espionage untuk melakukan aksinya. Masyarakat yang tidak menyadari pentingnya keamanan data dan privasi akan lebih rentan menjadi korban cyber espionage.

3.     Kelemahan keamanan sistem

Kelemahan keamanan sistem juga dapat menjadi faktor yang memudahkan pelaku cyber espionage untuk melakukan aksinya. Sistem yang tidak aman dapat dengan mudah dibobol oleh pelaku cyber espionage.

4.     Konflik politik dan ekonomi

5.     Serangan cyber espionage seringkali terkait dengan ketegangan politik atau persaingan ekonomi antarnegara.

3.1.3  Penanggulangan Cyber Espionage terhadap Keamanan Data dan Privasi Individu

Untuk menanggulangi cyber espionage, perlu dilakukan upaya-upaya dari berbagai pihak, antara lain:

1.     Pemerintah

Pemerintah perlu memperkuat regulasi dan penegakan hukum di bidang cyber security. Regulasi yang kuat dapat membantu melindungi keamanan data dan privasi individu. Penegakan hukum yang tegas juga dapat memberikan efek jera bagi pelaku cyber espionage.

Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan data dan privasi. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti melalui kampanye publik, pendidikan, atau sosialisasi.Individu

 

2.     Individu perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan data dan privasi. Individu perlu menggunakan langkah-langkah keamanan dasar, seperti menggunakan kata sandi yang kuat dan berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi.

Individu dapat melakukan hal-hal berikut untuk melindungi keamanan data dan privasinya:

1.     Perbarui perangkat lunak dan sistem operasi: Pastikan Anda selalu memperbarui perangkat lunak dan sistem operasi Anda dengan versi terbaru. Pembaruan ini seringkali mencakup perbaikan keamanan untuk melawan serangan cyber terbaru.

2.     Gunakan keamanan jaringan yang kuat: Pastikan jaringan Wi-Fi rumah atau kantor Anda dilindungi dengan kata sandi yang kuat dan enkripsi yang aman. Selain itu, pastikan perangkat yang terhubung ke jaringan juga memiliki proteksi keamanan yang memadai.

3.     Gunakan kata sandi yang unik dan kuat: Buatlah kata sandi yang berbeda untuk setiap akun Anda dan pastikan mereka kuat dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Menggunakan manajer kata sandi dapat membantu Anda menyimpan dan mengelola kata sandi dengan aman.

4.     Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA): Tambahkan lapisan keamanan ekstra dengan mengaktifkan autentikasi dua faktor di akun-akun penting Anda. Dengan 2FA, Anda akan memerlukan kode unik atau verifikasi tambahan selain dari kata sandi saat masuk.

5.     Hindari mengklik tautan atau lampiran yang mencurigakan: Jangan klik tautan atau membuka lampiran dari pengirim yang tidak Anda kenal atau dari email yang mencurigakan. Ini dapat menyebabkan Anda terkena serangan phishing atau malware.

6.     Periksa izin aplikasi: Periksa izin dan akses yang diminta oleh aplikasi yang Anda unduh. Pastikan aplikasi hanya mengakses informasi yang diperlukan dan tidak berbagi data sensitif tanpa persetujuan Anda. 

3.     Organisasi

Organisasi perlu menerapkan langkah-langkah keamanan data yang memadai. Organisasi perlu melakukan pelatihan keamanan bagi karyawannya dan menggunakan teknologi keamanan yang mutakhir.

Organisasi dapat melakukan hal-hal berikut untuk melindungi keamanan data dan privasinya:

1.     Lakukan pelatihan keamanan bagi karyawan

Karyawan perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan keamanan data yang memadai. Hal ini dapat membantu karyawan untuk mengenali dan menghindari serangan cyber.

2.     Gunakan teknologi keamanan yang mutakhir

Teknologi keamanan yang mutakhir dapat membantu melindungi organisasi dari serangan cyber. Organisasi perlu menggunakan teknologi keamanan yang sesuai dengan kebutuhannya.

3.     Lakukan audit keamanan secara berkala

Audit keamanan dapat membantu organisasi untuk mengidentifikasi dan mengatasi kerentanan keamanan. Organisasi perlu melakukan audit keamanan secara berkala untuk memastikan keamanan data dan privasinya. 

Dengan melakukan upaya-upaya tersebut, diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya cyber espionage terhadap keamanan data dan privasi individu.

3.1.4  Contoh Kasus

1.     Kasus pencurian data pribadi 50 juta pengguna Tokopedia pada tahun 2020

E-Commerce Tokopedia diretas hacker. 91 juta data akun pengguna dan 7 juta akun merchant dikabarkan bocor dan dijual di Dark Web. Pada 2019, Tokopedia mengklaim memiliki 91 juta pengguna. 

"Saya memutuskan untuk membagi data bagian dari timbunan data Tokpedia [yang diretas] Maret 2020 dan akan membagikan 15 juta dari banyak lagi," tulisnya pada ReidForums, seperti dikutip Senin (4/5/2020). 

Sehari kemudian, hacker mengumumkan telah menjual 91 juta data seharga US$5.000 atau setara Rp 75 juta. Ia menjuadlnya di Empire Market, pasar gelap di Dark Web.

Manajemen Tokopedia sendiri sudah mengakui akan adanya upaya pencurian data pengguna Tokopedia namun informasi penting seperti password tetap berhasil terlindungi.

"Meskipun password dan informasi krusial pengguna tetap terlindungi di balik enkripsi, kami anjurkan pengguna Tokopedia untuk tetap mengganti password akunnya secara berkala demi keamanan dan kenyamanan," ujar VP of Corporate Communication Tokopedia, Nuraini Razak.

Nuraini menambahkan Tokopedia menerapkan keamanan berlapis, termasuk dengan OTP yang hanya dapat diakses secara real time oleh pemilik akun. Mereka pun selalu mengedukasi seluruh pengguna untuk tidak memberikan kode OTP kepada siapapun dan untuk alasan apapun.

"Tokopedia memastikan tidak ada kebocoran data pembayaran. Seluruh transaksi dengan semua metode pembayaran, termasuk informasi kartu debit, kartu kredit dan OVO di Tokopedia tetap terjaga keamanannya," ujar Nuraini Razak dalam keterangan pers, Minggu (3/5/2020). 

Kasus ini terungkap ke publik oleh akun twitter @underthebreach yang mengklaim dirinya sebagai layanan pengawasan dan pencengahan kebocoroan data asal Israel. 

Sumber : cnbcindonesia.com

 

2.     Kasus pencurian data pribadi 1,3 miliar pengguna Facebook di Indonesia pada tahun 2021

Sebanyak 214 juta data pribadi dari akun Facebook, Instagram, dan LinkedIn dikabarkan bocor di internet. Pelanggaran data besar ini diungkap oleh peneliti Safety Detectives.

Data yang dicuri termasuk alamat email, nomor telepon serta nama lengkap pengguna, dan dalam beberapa kasus, data lokasi tertentu.

Dalam laporan Safety Detectives disebutkan lebih dari 400 GB data pribadi yang bocor berasal dari Socialarks yang dicuri. Ini adalah perusahaan manajemen media sosial asal China.

Database ElesticSearch menjadi sasaran pelaku kejahatan online, di mana lebih dari 318 juta catatan telah disita. Safety Detectives menyebut database ini dibuat setelah data pengguna 'dihapus' dari Facebook, Instagram, dan Linkedin.

Safety Detectives mengungkap kerentanan database ini ditemukan bulan lalu, dan telah memberitahu Socialarks setelah terkonfirmasi perusahaan yang berbasis di Hong Kong itu adalah pemilik server. Server pun langsung diamankan pada hari yang sama.

Safety Detectives menambahkan dalam beberapa kasus, 'data bekas' tetap dapat dimanfaatkan untuk melakukan tujuan tertentu dalam mengekstraksi informasi pribadi untuk tujuan kriminal.

Konsekuensi potensial dari pengungkapan informasi pribadi ini antara lain termasuk pencurian identitas dan penipuan keuangan yang dilakukan di platform lain, termasuk perbankan online.

"Informasi kontak dapat dimanfaatkan menargetkan korban antara lain mengirim email yang dipersonalisasi berisi informasi pribadi orang itu sehingga percaya, dan menggiring [korban] untuk masuk lebih dalam ke ranah privasi," terang Safety Detectives.

"Berbagai informasi pribadi seperti nama depan dan belakang, alamat rumah dan email, serta nomor ponsel, dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melakukan serangan massal," tambah Safety Detectives.

Untuk menghindari pencurian data, pengguna internet harus lebih berhati-hati antara lain dengan menggunakan perangkat anti virus yang bisa memastikan situs yang dikunjungi menggunakan protokol HTTPS aman, membuat password dengan menggabungkan huruf, angka dan simbol serta mewaspadai email yang masuk dan tautan yang diklik.

Sumber : cnbcindonesia.com

 

 

 


 

BAB IV

PENUTUP

 

4.1   Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dalam makalah ini, dapat disimpulkan bahwa:

1.     Cyber espionage memiliki dampak serius terhadap keamanan data dan privasi individu. Serangan ini dapat menyebabkan pencurian data sensitif, penyadapan komunikasi, dan penyebaran informasi yang tidak benar.

2.     Organisasi dan individu harus meningkatkan kesadaran tentang ancaman cyber espionage. Peningkatan keamanan dan perlindungan data serta kebijakan privasi yang ketat perlu diterapkan.

 

4.2  Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah di paparkan di atas, maka terdapat saran guna menanggulangi cyber espionage:

1.       Gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk semua akun online. Hindari menggunakan kata sandi yang mudah ditebak atau terlalu umum.

2.       Selalu perbarui perangkat lunak dan sistem operasi Anda dengan pembaruan keamanan terbaru. Ini akan membantu melindungi perangkat Anda dari kerentanan yang diketahui.

3.       Jaga kehati-hatian saat menerima email atau pesan yang mencurigakan. Jangan klik tautan atau lampiran yang mencurigakan, terutama jika Anda tidak mengenal pengirimnya.

4.       Gunakan layanan keamanan internet yang andal, seperti firewall dan antivirus. Ini akan membantu mendeteksi dan mencegah serangan cyber espionage.

5.       Sosialisasikan tentang pentingnya privasi online dan keamanan data kepada keluarga, teman, dan kolega. Semakin banyak orang yang menyadari ancaman ini, semakin baik kita dapat melindungi diri kita sendiri dan orang lain.

Komentar